Langsung ke konten utama

FILSAFAT ADALAH SEBUAH ILMU YANG MELAHIRKAN ILMU ?



Pernah ngebayangin gak, gimana jadinya kalau di dunia ini gak ada tanda ( ? ) Pasti semua hal yang berkaitan sekarang, teknologi, perkembangan jaman itu tidak akan pernah ada.

tanpa tanda ( ? ) kita mungkin akan tetap terjebak di hutan tanpa kemajuan. semua ilmu lahir dari tanda ( ? ) sebuah simbol yang dapat melahirkan pertanyaan-pertanyaan yang dapat melahirkan ilmu dan filsafat adalah ilmu pertama yang dipelajari manusia. secara umum kita mengenal filsafat melalui istilah yang kemungkinan pertama kali diungkapkan oleh Pythagoras. dia mengungkapkan bahwa filsafat adalah ilmu yang mengkaji pertanyaan-pertanyaan umum dan asasi, misalnya pertanyaan-pertanyaan tentang eksistensi, penalaran, nilai-nilai luhur, akal budi dan bahasa.

Namun secara sederhana filsafat adalah Cara Bagaimana kita berpikir, sebagai contoh, albert einstein pernah berkata " Semakin banyak aku belajar,justru semakin sadar aku tidak tahu apa-apa" pemikiran tersebut adalah tanda bahwa cara berpikir dapat mempengaruhi dan mengubah hidup kita. Cara berpikir ini yang dapat membantu kita untuk membuka lebih banyak lagi cara berpikir dalam hidup kita. pada umumnya kita akan belajar cara berpikir ini melalui filsuf dan ilmuwan hebat yang ada pada zaman nya seperti aristoteles,  socrates, confucius dll namun seiring berjalan nya waktu, kita dapat belajar melalui banyak hal dimulai dari

pemikiran yang membuat kita bertanya tentang filosofi dunia, tentang asal usul dunia melahirkan ilmu fisika.  pemikiran yang membuat kita bertanya tentang keadilan dan persatuan melahirkan ilmu kewarga negaraan dan pancasila. 

filsafat mulai berkembang dan dapat melahirkan ilmu-ilmu seiring bertambah nya waktu dari awal masa pertanyaan dan cara berpikir itu ada, sampai dengan masa sekarang dimana kita dapat mempelajari ilmu-ilmu yang bisa di pelajari

lebih jelasnya, kamu bisa menonton video di bawah ini :



Dari penjelasan yang ada pada video tersebut, sekarang kita dapat memahami tentang bagaimana filsafat itu bisa menjadi ilmu yang melahirkan ilmu. semuanya berasal dari rasa keingin tahuan terhadap suatu hal, yang membuat kita berpikir dan mulai bertanya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal Super A, Serious, dan Karakteristik ILM dalam Broadcasting

Pernah Denger ga, istilah super A ? Sebenernya Super A itu, apa sih, lalu apa hubungan nya super A ini dengan Komunikasi ? wah, banyak bangetkan pertanyaan, yang langsung terpikirkan. sebelum kita membahas lebih dalam tentang Super A ini, saya akan sedikit jelaskan kaitannya dengan ilmu komunikasi. nah jadi,   SUPER A adalah rumusan dasar untuk menilai sebuah iklan, yang setiap hurufnya mempunyai makna yang harus dimiliki oleh iklan yang bagus. iklan pada dasarnya berarti menyampaikan informasi melalui media atau visual komunikasi yang di buat untuk bisa dipahami oleh audiens atau penonton. Hal, ini sudah sangat menunjukan bahwa iklan sangat berkaitan dengan komunikasi namun dengan action / tindakan penyampaian yang sudah dirancang untuk bisa dimengerti oleh komunikan. terlebih tujuan iklan di buat selain untuk memberikan informasi juga bisa dijadikan sebuah promosi marketing untuk mendapatkan keuntungan dalam suatu bisnis tertentu. Nah, balik lagi nih ke pengertian Super A it...

MENGENAL PERSPEKTIF TEORI KOMUNIKASI

Pernahkah kamu mendengar tentang perspektif ? lalu, pernahkah terpikirkan dalam benakmu tentang apa itu perspektif ? pada kesempatan kali ini saya akan sedikit membahas tentang apa itu persefektif dalam ilmu komunikasi. seperti dikutif dari buku ( Fisher, 1990:86 )  pemahaman atas komunikasi manusia, merupakan masalah perspektif yang dipakai untuk memahaminya  Secara sederhana Perspektif adalah sudut pandang dan cara pandang kita terhadap sesuatu. cara kita memandang atau pendekatan yang kita gunakan dalam mengamati kenyataan akan menentukan pengetahuan yang kita peroleh. misalnya, pengetahuan kita tentang rumah dari perspektif ekonomi berbeda dari perspektif artistik, sosial, dan sebagainya. walaupun demikian, suatu perspektif atau cara pandang tidak berlaku secara semena-mena. rumah adalah rumah, tidak mungkin secara perspektif dianggap sebagai jeruk. jadi, perspektif pada satu sisi menyerap benda itu sekaligus makna dari pengetahuan tentang benda itu dalam kerangka epistemo...